Assalamu'alaykum ... Ihkwah Fillah ! | Members area : Register | Sign in
Market | Advertise | Contact us | Donasi Pendidikan
  •  

    Apa Itu Syariat, Tarekat, Hakikat, Makrifat

    {[['']]}
    Silahkan Sebarkan Artikel Silahkan Print Artikel PDF
    بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    Sebuah tela'ah ringan.

    Di zaman saat ini seorang muslim terkadang telah dipusingkan atau dikotak-kotak dalam perbedaan antara Syari'at, Tarekat, Hakikat dan Makrifat. Sebenarnya apa itu semua, apakah itu sebuah kajian akademik ataukah sebuah dogma.

    Syariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini. Sumber syariat adalah Al-Qur'an, As-Sunnah.

    Tarekat (Bahasa Arab: طرق, transliterasi: Tariqah) berarti "jalan" atau "metode", dan mengacu pada aliran kegamaan tasawuf atau sufisme/ mistisme Islam. Di zaman sekarang ini, tarekat merupakan jalan (pengajian) yang mengajak ke jalan Ilahiyah dengan cara suluk (taqarrub) yang biasanya dilakukan oleh salik.

    Hakikat (Haqiqat) adalah kata benda yang berarti kebenaran atau yang benar-­benar ada. Yng berasal dari kata  hak (al-Haq), yang berarti milik (ke­punyaan) atau benar (kebenaran). kata Haq, secara khusus oleh orang-orang sufi sering digunakan sebagai istilah untuk Allah, sebagai pokok (sumber) dari segala kebenaran, sedangkan yang berlawanan dengan itu semuanya disebut batil (yang tidak benar)

    Makrifat berarti pengetahuan yang hakiki tentang Ilahiyah. Dengan orang menjalankan Syari'at, masuk Tarekat, kemudian ber-Hakikat untuk mendapatkan Makrifatullah sehingga menjadi hamba yang selalu mendekatkan diri setiap detik hanya ke Allah.

    Lantas bagaimana jalannya

    Seharusnya orang yang mengaku ber-Tarekat, ber-Hakikat dan ber-Makrifat harus berada didalam Syari'at.

    Seharusnya perjalan spritual berasal dari Makrifat yang berarti berpengetahuan meluas dalam memahami Islam baik dalam Al-Qur'an, Hadis, Usul Fiqih, Balaghoh, 'Ard, dan Bahasa. Dengan keluasan makrifat orang akan mendapat Hakikat Ilahiyah yang melahirkan gerakan tarekat dan berujung pada inti Islam yang tidak lain Syari'at.

    Perjalan Nabi Muhammad Saw dimulai dari ma’rifat, tarekat, hakikat dan akhirnya sampai pada syariat.

    Makrifat adalah bertemu dan mencairnya kebenaran yang hakiki: yang disimbolkan saat Muhammad saw bertemu jibril, hakikat saat dia mencoba untuk merenungkan berbagai perintah untuk iqra, tarekat saat muhammad saw berjuang untuk menegakkan jalannya dan syariat adalah saat muhammad saw mendapat perintah untuk sholat saat isra mikraj yang merupakan puncak pendakian tertinggi yang harus dilaksanakan oleh umat muslim.

    Munculnya istilah Tarekat, Hakikat, dan Makrifat dalam akademisi kajian Islam jauh setelah wafatnya Rasulullah Saw sekitar abad 5 Hijriyah. Sekitar zaman Hujjatul Islam Syeh Imam Al-Ghazaly Asy-Syafi'i yang menyendiri dari kajian ilmiyah (falsafah) setelah menulis Tahafut al-Falasifah. Kemuadian Al-Ghazali menjadi Sufi Sejati dengan menulis kitab sufi Ihya Ulumuddin. kemudian dunia Islam Timur Tengah tenggelam dalam sufi. Dan kemajuan Islam hanya di daerah Mongol, Turki, dan Spanyol yang diprakarsai Ibn Rusdi.

    Tidak seharusnya seorang muslim sejati mengkotak-kotakan ini Syari'ah, ini Tarekat, ini Hakekat, ini Makrifat, karena yang berkata demikian hanyalah orang yang tidak banyak mengetahui ke-ilmuan Islam secara holistik.

    51 komentar:

    1. As.Wb. Maaf kalau boleh sy ingin sedikit berbagi komentar,pertama yg saya komentari adalah: Tentang apa itu SYARIAT, TAREKAT,HAKIKAT DAN MAKRIFAT, Pada dasarnya, ke-empat bagian ini adalah: Jalan / metode bagaimana cara kita agar dapat lebih dekat terhadap Allah SWT, tentu itulah Ilmunya.

      Nah...sebanyak apapun ilmu yg kita miliki dan sepintar apapun kita,tanpa ilmu itu kita amalkan,maka sia-sialah Ilmu yg kita meliki itu dan itu tergolong orang2 yang kikir akan ilmu.ok
      dan sy senang dgn adanya web.khazanah islamku ini,kita bisa bertukar pikiran ,wassyalam
      oh ya...sy pun ga sependapat tentang Seorang muslim pakai salib ataupun suatu lambang yg menggunakan salib,padahal mereka islam..!!!?

      BalasHapus
    2. “Semoga Allah merahmati hamba yang senantiasa mengkoreksi keinginannya. Apabila karena Allah maka ia lakukan dan jika tidak karenaNya maka ia tinggalkan…”

      BalasHapus
    3. aqidah, syariat, amalkan !!..
      sudah cukup sampai ke surga..
      ga ribet lah..

      BalasHapus
      Balasan
      1. kalau kmu inginkan surga silakan...aku mau cinta dan kasih Allah sahaja yg menciptakan aku dan aku tidak mau apa apa selain Dia...

        Hapus
      2. SYARIAT TANPA HAKIKAT HAMPA, HAKIKAT TANPA SYARIAT BATAL.(TAUHID,TASAWWUF,FIQIH).
        AWALLUDIN MA'RIFATULLAH (AWAL BERAGAMA KENAL ALLAH)
        Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu (BARANG SIAPA MENGENAL DIRINYA NISCAYA AKAN MENGENAL TUHANNYA)

        Hapus
      3. Masalahnya tu Surga itu ada atau tidak???
        Klo gak ada gmn gan?????

        Hapus
    4. yang penting syari'at nya aja dulu Gan di mantepin... ;)

      BalasHapus
      Balasan
      1. kamu mau bersyariat sja gak mau berhakikat dan makrifat, kmana kamu mau persembahkan solat-mu klaw kamu gak kenal Tuhan?"

        Hapus
      2. jgan selalu menggap kawan2 yang bilang bahwa hanya akan berpegang pada syariat itu kurang ilmu tarekat hakekat makrifat atau bahkan muhasabah..
        bisa jadi mereka telah melaksanakan syariat murni "Lillahi Ta'ala" artinya mereka telah dengar dan taat pada Allah sepenuhnya..

        ilmu Tarekat hakekat makrifat itu perkara hati, bagaimana anda bisa menilai isi hati mereka hanya dengan melihat koment mereka "saya mantepin syariat dulu.."

        bukan perkara saya seorang syariat atau tarekat, tapi semua muslim bersaudara..

        Hapus
    5. Gimana syariat mau mantap jika tak dimulai dengan ma'rifat?? Ada satu lagi yg ktinggalan, MUSAHABBAH.... Jd ada, Makrifat, Tarekat, Haqikat, Syariat, dan Musahabbah, lima dalam satu.
      Satu itu apa? Ya ISLAM donk yah ! :)

      BalasHapus
    6. ya akhi yang penting kita ini buat pondasi dulu yang kokoh yaitu (syari'at) nya dulu biar kita orang ini ndak salah belok.
      kalau kita bisa bawah (syari'at) ini dengan benar dan kuat kita orang pasti secara ndak sadar terbawah sendirinya pelajaran-pelajaran itu kepada diri kita (STOP).
      yang penting kuatin dulu (syari'at) nya Okay .
      Afwan Ya Kalau Ana Ada Omongan Yang Keliru Atau Berbeda Pendapat Sama Pikiran Antum.

      BalasHapus
    7. Secara Logika Jika mau kuliah ambil gelar s1 harus melewati proses SD-SLTP-SMU-S1, nah sama halnya ini SYARIAT-TAREKAT-HAKIKAT-MAKRIFAT jangan di bolak balik dech.

      Jati Diri
      www.jasminetrustconsulting.com

      BalasHapus
    8. Assalamu'alaikum....
      mf...ini hny skdr share aja....
      Syari'at,tarekat,hakekat, dan ma'rifat itu tdk bs lepas satu sama lainnya....tp bagaimana syari'at yg berhakikat....hakikat yg bersyariat....
      ada srbuah hadist yg mengatakan....
      dari abu hurairah R.A..:"Rasulullah SAW menitipkan kepada ku 2 karung hadist...yang satu karung,aku di izinkan untuk menyebarkan..sedangkan yang satu karung lagi bila aku sebarkan maka kepalaku akan di penggal...."...hadist yg boleh di sebarkan itu adalah ilmu syariat...
      nah hadist yang satu karung yg tidak boleh di sebarkan itu adalah ilmu hakikat dan ma'rifat yg mengandung kerahasian di dalamnya....coba kita lihat hidup prrjalanan para wali Allah.....
      ilmu syari'at berdasarkan semata2 laku jalan...nabi Muhammad SAW bukan dari ma'rifat dulu bro....tapi dari syari'at baru tarekat,hakikat kemudian ma'rifat....
      tapi yg beliau ajarkan kpd umat nya syariat....krn beliau di turunkan oleh Allah utk memperbaiki akhlak dan tingkah laku umat manusia....tapi beliau tdk sembarangan mengajarkan ilmu hakikat serta ma'rifat....
      salah besar jika anda mengatakan beliau belajar dari ma'rifat dulu....bila anda tidak paham ttg ilmu syari'at,tarekat,hakikat dan ma'rifat jgn sembarangan.....

      BalasHapus
      Balasan
      1. abasa watawala2 April 2014 10.44

        tdk sembarangan , tp apa salahnya jika ingin mengerti itu lalu berani berpendapat, konon jika takut salah jadi ga' tambah pinter donk,,,

        Hapus
    9. Ilmu manusia bagai sebutir pasir di jagad raya maka belajar dan belajar terus sampai akhir hayat, ada kemauan pasti ada jalan

      BalasHapus
    10. Kalau menyimak perjalanan Rasulullah, pertama beliau diajarkan membaca, lalu pembekalan ilmu dan peristiwa-peristiwa para Nabi sebelumnya, hingga tingkatan yang tertinggi yang diperlihatkan kepada manusia agar berpikir adalah Kebesaran, Kekuasaan dan Keagungan Allah memperjalankan beliau ke langit yang ketujuh "Subhanallah". Rasanya lebih sreg / manteb memahami dan menjalani syariatnya dulu dengan berdasar Al Qur'an ( pokok ), sebab kita diperintahkan salah satunya untuk beriman kepada Al Qur'an, Rasulullah pun beriman kepada Al Qur'an. Lalu di zaman ini kita iktui alur dari Kitab Al Qur'an itu sendiri, pertama pokok Surat Al Fatihah menurut pendapat saya adalah ayat 6 yaitu "Mendapatkan Petunjuk Jalan Yang Lurus" jalan yang benar jalan yang diridhoi Allah untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Nah petunjuk jalannya sudah ada yaitu Surat Al Baqarah hingga Surat An Naas . Coba saja simak Al Baqarah ayat 2 "tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi yang bertakwa" .. perkara tingkatan syariat, tarikat, hakikat dan ma'rifat itu adalah pengetahuan pengelompokan derajat keilmuan manusia, berserah diri kepada Allah saja, seberapapun derajat manusia, hanya Allah saja yang bisa meninggikan, sebab dari ke-empat tingkatan tersebut rasa-rasanya tujuan akhir adalah mendapatkan ridho Allah.. barokallahu liman hamidah mari saudar-saudaraku dalam tingkatan apapun kita, sendiri-sendiri atau bersama-sama menjalankan apa yang Allah perintahkan dalam AL Qur'an

      BalasHapus
      Balasan
      1. Rasulullah bertarekat dahulu dengan cara BERTAPA, kemudian Allah ajarkan Hakikat siapa DIA, kemudian barulah Allah ajarkan Syariat dgn memberi hukum-hakam dan cara2 beribadat yang lain.

        Hapus
    11. terima kasih gan atas penjelasannya, saya mencari2 tentang penjelasan yang lebih rasional tentang syari'at, hakikat, tarekat dan ma'rifat. maklum, di kampung saya banyak orang yang "nb" belajar ilmu seperti itu, lalu memaksakan yang lain untuk ikut belajar, mereka berkoar2 bahwa banyak orang yang hanya belajar ilmu syari'at masuk neraka dan mereka bisa melihatnya, lalu menyelamatkannya. na'udzubillahi minzalik.

      BalasHapus
    12. yg penting tau tujuan... dan Allah redho
      mau Neraka atau surga asalkan Allah redho
      toh dunia ini panggung sandiwaraNya Allah

      BalasHapus
    13. trus intinya apa ini, tujuan dibahasnya mana yg lebih dulu dilakukan SYARIAT, TAREKAT,HAKIKAT DAN MAKRIFAT atau, MAKRIFAT, HAKIKAT, TAREKAT DAN SYARIAT. Mungkin ini sedikit ilmu dari ilmu yg harus kita ketahui. semoga kita tidak berpecah belah dengan komentar dangkal yg kita punya, kitaaa??? loh aja kalee. Jgn bikin bingung dong tolong dijelasin secara rinci. Klo gak boleh di sini PM aja min, biar belajarnya gak setengah2. suwun sodaraq, maaf jika ada kata yg tidak berkenan di hati sodaraq sekalian.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Syari’at :
        § Jalan setapak menuju saluran air…
        § Dipelajari melalui ilmu fiqih dan usuluddin. Kepastian hukum tata cara beribadah.
        Aqidah, perintah dan larangan
        Menjalin hubungan dengan Allah dan antar manusia.
        Amal-ibadah … olah lahir … membangun akhlak yang baik
        Sumbernya dari wahyu Allah dan sunnah …
        § Pemahamannya melalui otak kiri.

        Thareqat - Tasawuf
        § Jalan dari saluran air menuju mata air
        Riyadhoh …Suluk… Lelaku khusus … Olah bathin … untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan melalui pengalaman spiritual yang dialami secara pribadi bukan kata orang lain…Terutama melalui dzikir-meditasi… olah bathin. Pengembangan otak kanan …

        Riyadhoh-Suluk-lelaku khusus :
        Taubatan nasuha … langkah awal …
        Wara, menghindari hal-hal yang syubhat
        Kona’ah
        Zuhud
        Tawakal
        Sabar dan Ikhlas
        Selalu bersyukur
        Ridho - rela

        Olah bathin :
        Mujahadah – melawan hawa nafsu
        Muhasabah – evaluasi dan introspeksi
        Muraqabah – merasa selalu diawasi Allah
        Mahabah – rasa cinta kepada Allah
        Musyahadah – penyaksian alam ghoib
        Mukasyafah – penghayatan alam ghoib
        Firman Allah :
        Aku buka tabir yang menutupi matamu, maka pandangan matamu menjadi tajam
        ( Surat Al Qaaf 50 : 22 )
        Haqikat :
        § Sudah mencapai sumber mata air. Mencari Sang Pencipta air
        Tonggak terakhir … tajalli … mukasyafah, penyaksian dan penghayatan rahasia-rahasia ketuhanan melalui mata hatinya …

        Ma’rifat :
        § Sampai kepada Sang Pencipta air
        Para pencari (Salik) , sampai pada … Al Haq …

        maaf jika ada yg tidak berkenan di hati saudara sekalian, sesengguhnya kesempurnaan hanya milik allah SWT.

        Hapus
    14. yg penting syahadat dulu, lalu sholat, baru puasa dan zakat kemudian kalau mampu haji....kalau itu sudah dijalankan dengan benar, nanti akan ketemu sendiri...sesama manusia aja masih berselisih kok mau belajar yg kalian bahas di atas...

      BalasHapus
    15. semua benar dan cari lah yang lebih benar.... loe bakal tau rasa manis atau asam mangga itu...klw loe mulai dr menanam,merwat,sampai berbuah...nah rasain deh..... jika manis terus kan jika sam tinggalkan...
      tidak semua bisa di jelaskan dengan logika dan aturan,,,, cermin kediri masing masing...itu sudah cukup...lebih baik atau menjadi lebih buruk.. jadi inti nya cuman loe dan allah yang tau loe beriman ngak bukan orang lain... dan tidak pula di tunjukan dengan pakaian duniawi

      BalasHapus
    16. Assalamualaikum w.b.t
      Maaf kami tidak memiliki apa2 kecuali kesemuanya milik Allah jua. Kembalikan semua pada Allah, dia Maha pemilik segala yang ada dilangit dan dibumi. Allahu Akbar!! Untuk sesiapa yg belum duduk mengaji cabang ilmu makrifat, hakikat, tarikat dan syariat usahlah tuan mengada-ngadakan cerita mana cabang ilmu yang Nabi Muhamad SAW lalui dan amalkan dahulu.
      Kronologi perkembangan Islam.
      Penjelasan ringkas sahaja : Sejak Nabi Muhamad SAW dilantik menjadi rasul, nabi berdakwah menguatkan dakwahnya mengajar manusia mengenal rahsia Allah secara senyap2 selama 3 tahun dan secara terang di Mekah selama 7 tahun. Mengenal rahsia Allah ertinya mengenal siapa pemilik dan pencipta alam ini. Bererti selama 10 tahun syariat /perintah solat belum di laksanakan kerana selepas Israq dan mihraj sahaja perintah ini diterima oleh Nabi SAW dari Allah. Selepas dari peristiwa itulah itulah Nabi SAW memerintahkan semua umatnya mengerjakan solat 5 waktu. Nabi meneruskan dakwahnya lagi menegakkan Islam selama 13 tahun sehingga wafat. Ini bermakna wajib kita belajar ikut aturan iaitu bermakrifat dahulu(bertauhid mengenal Allah), berhakikat (mengenal yang Hak melalui rasa), bertarikat melalui jalan Nabi Muhamad SAW dan bersyariat(melalui ajaran Nabi SAW dan Al Quran). Bagaimana mungkin seseorang itu solat jika dia sendiri tidak mengenal siapa yang di sembah dan yang menyembah? Kita mesti ada ilmu di dalamnya yakni Makrifat,Hakikat,Tarikat dan Ber Syariat kerana Allah. Wallahualam
      570M- Nabi Muhammad dilahirkan.
      610M- Nabi Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira'.
      615M- Orang Muslim didera oleh puak Quraish. Hijrah pertama ke Habsyah.
      616M- Saidina Hamzah dan Saidina Umar memeluk Islam. Hijrah kedua ke Habsyah.
      619M- Khadijah (isteri nabi) dan Abu Talib (bapa saudara nabi) meninggal dunia. Melawat Taif. Peristiwa Isra dan Mi'raj berlaku.
      621M- Baiat Aqabah 1
      622M- Baiat Aqabah 2. Hijrah ke Madinah. Daulah Islamiyah dibina.
      624M- Perang Badar.
      625M- Perang Uhud.
      627M- Perang Ahzab.
      628M- Perjanjian Hudaibiyah.
      629M- Perang Khaibar dan dalam menentang tentera Rom Byzantine, baginda menghantar tentera Islam dalam Perang Mu'tah.
      630M- Pembukaan Makkah. Perang Hunain.
      631M- Perang Tabuk.
      632M- Kewafatan Nabi Muhammad Perlantikan Saidina Abu Bakar sebagai khalifah.

      BalasHapus
    17. semua jadi SATU. saling membutuhkan (S,T,H,M)

      BalasHapus
    18. Uda yg pasti toh tergantung hati sendiri", jika hati kita ingin lebih dekat lagi sama Allah SWT dan ingin tau makna hidup sebenernya ya jalani aja Syariat, Tarikat, Hakikat dan Makrifat
      Gitu aja simpel, tapi jalani nya ga semudah ngomong atau membalikan telapak tangan ^^

      BalasHapus
    19. Assalamualaikum..
      Ijin menyimak.. Menurut saya kalo memang kanjeng nabi memperoleh syariat setelah mempelajari ma'rifat hakekat dan tarekat bukankan akan mengalami kemunduran jika kita tidak melakukan syariat dgn "alibi" blm mengenal Allah.. Krn kebanyakan kasus banyak yg merasa sudah sangat benar dgn ilmu ma'rifatnya lalu meninggalkan sholat yg sebenarnya adalah kewajiban.. Dan ditambah pula alasan shalat saya berbeda dgn shalat org kebanyakan.. Menurut saya pribadi, apapun alasannya syariat mesti ditegakkan dahulu.. Lakukan dlu baru bs mengenal dan ikhlas.. Krn Allah sesungguhnya lbh dekat drpd pembuluh darah kita sendiri..
      Mohon maaf jika tdk berkenan..
      Wassalamualaikum

      BalasHapus
    20. man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu
      barangsiapa mengenal dirinya makan mengenali Tuhannya

      BalasHapus
    21. Rosul bersabda;Kerjakan yg aku perintah dan tinggalkan yg aq larang ...

      BalasHapus
    22. ASALAMUALAYKUM WARAHMATULLAHITA ALLA WABARAKATUH.....

      BalasHapus
    23. layamutu wala yahya muter muter

      BalasHapus
    24. Pertama adalah beristighfar bertaubat dan kemudian melaksanakan ibadah, bertobat adalah ruhnya ibadah itulah syariat, apabila syariat dilakukan terus menerus maka akan tarikat, yaitu sifat ihlas, istiqomah, shidiq dan tuma'ninah dan itu akan membawa kita pada hakikat yaitu muroqobah, muhasabah dan ma'rifat ... dan ma'rifat akan menyempurnakan syariat (siklus). Apabila kita telah sholat tapi masih melakukan maksiat segeralah bertaubat dan perbaiki sholat kita... begitu terus menerus (cycle) hingga tercapai tujuan islam yang sebenarnya, menjadi "rahmat bagi seluruh alam" amin...

      BalasHapus
    25. Dalam pelajaran syariat tidak ada hakikat, tetapi kalau kita belajar hakikat ma'rifat disitu pasti ada syari'at dan torikat KARENA MA'RIFAT ITU YANG MENYEMPURNAKAN SYARIAT,TORIKAT DAN HAKIKAT

      BalasHapus
    26. Imam Malik mengatakan bahwa seorang mukmin sejati adalah orang yang mengamalkan syariat dan hakikat secara bersamaan tanpa meninggalkan salah satunya. Ada adagium cukup terkenal, “Hakikat tanpa syariat adalah kepalsuan, sedang syariat tanpa hakikat adalah sia-sia.” Imam Malik berkata, “Barangsiapa bersyariat tanpa berhakikat, niscaya ia akan menjadi fasik. Sedang yang berhakikat tanpa bersyariat, niscaya ia akan menjadi zindik.Barangsiapa menghimpun keduanya [syariat dan hakikat], ia benar-benar telah berhakikat.”

      BalasHapus
    27. Sop Muslim yang Insya Allah dicintai Allah, saya mohon ijin berpendapat sedikit:
      "Untuk Mencapai MA'RIFATULLAH kita harus tahu dulu kebenaran ( HAKEKAT ) itu hanya milik Allah, itu semua hanya dapat kita pahami dengan cara TAREKAT ( mengkaji ) hukum hukum ( SYARIAT ) Allah. jadi antara Syariat,Tarekat,Hakekat dan Ma'rifat ya satu kesatuan yang harus di pahami oleh seluruh orang Islam. begitu kira kira Sop Muslim.

      BalasHapus
    28. Ha....ha...ha....pada pusing semua ya ? makanya jangan kebanyakan baca buku dan kitab,.....kapan mau ketemunya sama Alla ?

      BalasHapus
    29. Nabi yg makrifatilloh saja ga mau semudah itu menggampangkan tp tetap usaha padahal sudah paten surga dr Alloh beliau msh solat sampe bengkak kakinya msh syiar dengan berjalan kaki... Berperang pun terluka dan giginya sampe patah. Kita yg cuma manusia biasa mau kelas tinggi syariat kaya nabi aja belum hatam... Haduhhhh gaya gayaan

      BalasHapus
    30. Semuanya tdk bisa dipisahkan satu sama lainnya.

      BalasHapus
    31. maaf sebelum nya.saya mau bertanya?ilmu tertinggi dalam islam apakah makrifat atau syareat?
      apa dulu nabi nabi menjalan kan syareat?setahu saya para nabi menjalan kan makrifat dulu baru syareat.maap kalau saya sok tahu tapi ini karena saya ingin tahu terima kasih sebelum nya.

      BalasHapus
    32. Lakukan dan brtanggung jwb saja atas apa yg saudara yakini kebenaran dan kebaikannya. setiap org memiliki pemikiran yg b'beda2, jd saya rasa lucu kalau sesama muslim mnjdi tdk rukun krn p'bedaan pndapat. Jd saling mghormati saja pndapat masing2. Allah SWT yg Maha Tahu.

      BalasHapus
    33. yg paling benar dari yg terbenar adalah kita harus bermakrifat dulu sebelum bersyariat, dan seblum bermakrifat kita harus punya dasarnya lebih dulu yaitu syariat.

      aku punya tebakan, ayam dan telur duluan mana? Wkwkwkwk bingung?
      Itulah ISLAM

      BalasHapus
    34. Solat bukan 5 waktu saja
      Puasa bukan waktu ramadhan saja
      Zakat bukan pada waktu lebaran saja
      Dan saya rasa ulama syariat tarekat marifat hakekat berbeda pendapat. awal mulanya karena asing belanda yang masuk indonesia untuk mengadudombakan kita sebagai umat muslim dengan cara mengacak acak sejarah kita.

      BalasHapus
    35. Rasulullah SAW bersabda:
      "sholatlah sebagaimana aku sholat"
      «صَلّوا كما رأيتموني أُصلي» متفق عليه

      BalasHapus
    36. Terima kasih atas obrolan ringannya..

      BalasHapus
    37. Maaf sebelumnya kalo bisa jangan mengislamkan org yg sdh islam, Tak perlu diperdebatkan, krn keyakinan manusia berbeda2, yg penting bagaimana cara kita untuk mendekatkan diri kpd Allah, bisa merasakan kenikmatan dzikir dan sholat malam, menemukan satu titik saat berdzikir, syukur2 bisa masuk ke alamnya Gusti Allah, subhanallah maha dasyatnya kenikmatan berdzikir.

      BalasHapus
    38. Khazanah, ..... bagus dan berani !! jangan membuat kotak karena itu bisa mengurungmu.

      BalasHapus
    39. Yang menentukan kamu masuk syurga apa?? Amalan mu atau rahmat dari Allah?? renungkan...

      BalasHapus
    40. Perbedaan pendapat itu indah akan lebih indah lagi tanpa adanya perbedaan

      BalasHapus
    41. Manusia memiliki hawa nafsu.jadi berpegang teguh lah kepada Yang Maha Esa.
      Semoga dibimbing dijalan kebenaran menuju rabb -Nya...

      BalasHapus


    Terima Kasih Telah Berkunjung di http://khazanahislamku.blogspot.com/

    Berikan Komentar dengan Penuh ETIKA untuk kita Diskusikan bersama

    Prev Next home
     

    About Me

    Assalamu'alaykum.

    Pengunjung dari kota

    Situs Khazanah Islam Ku yang menyajikan artikel islami sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. In Sya Allah.
    Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
    إني قد تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما كتاب الله وسنتي
    "Sesungguhnya aku telah tinggalkan untuk kalian dua pedoman yang kalian tidak akan tersesat setelahnya: kitabullah dan sunnahku"
    (HR.Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1/172), dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu. Disahihkan Al-Albani dalam Shaih Al-jami’: 2937)

    Jazakumulloh Khoiron Katsir.

    Recent Comments