Termasuk ayat-ayat Allah adalah perbedaan bahasa manusia bagi orang yang mengerti (ar-rum:22). Manusia dijadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, lelaki dan perempuan agar saling berta’aruf (al-hujurat:13).
Maka setiap bahasa adalah bahasa manusia dan masing-masing umat atau
kaum ada rasul-Nya yang memakai bahasa kaumnya agar jelas keterangannya.
(Ibrahim:4) demikian juga utul kitab, menerangkan sesuai bahsa yang dipakai msyarakatnya (ali-imraan:187).
Dan di antara ayat-ayat kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit
dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya
pada yang demikan itu benar-benar terdapat ayat bagi orang-orang yang
Mengerti (ar-ruum:22).
Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa
dan bersuku-suku supaya kamu berta’aruf (saling kenal-mengenal).
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah
orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
mengetahui lagi Maha Mengenal (al-hujurat:13)
Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa
kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.
Maka Allah menyesatkan siapa yang dia kehendaki, dan memberi petunjuk
kepada siapa yang dia kehendaki. dan Dia-lah Tuhan yang Maha Kuasa lagi
Maha Bijaksana (Ibrahim:4)
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari (utul-kitab)
orang-orang yang Telah diberi Kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan
isi Kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” lalu
mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka
menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang
mereka terima (ali-imraan:87).
Hadits nabi disebut demikian karena tindakan badan, perkataan
lisan dan sikap diam (tidak menyalahkan atau mengkoreksi) ketika
melihat perbuatan kaumnya oleh ulama disebut “hadits nabi”. Sejalan
dengan perkembangan zaman, seluruh kegiatan para nabi direkam dari lisan
ke lisan, tetapi mudah dipalsukan, sampai diutusnya nabi terakhir
Muhammad SAW mulai dituliskan dengan berbagai variasi penelitian dari
generasi-ke generasi dan didokumentasikan karena bahasa arab waktu itu
sudah mulai cukup maju dan teratur disamping penduduknya gemar bersyair
dengan bukti sejarah banyak diadakannya lomba di pasar ukaz’ waktu itu.
Sunnah rasul muncul berkaitan dengan petunjuk wahyu Allah sehingga perlu kecermatan dalam pengertian antar hubungannya.
Bahwa Allah mengutus para rasul kepada umat atau kaumnya (yunus:47,74) (an nahl:36) (ar-ruum:47), bukan
perorangan atau individu. Kemudian rasul ditugaskan untuk mentilawah
petunjuk wahyu Allah, mencerdaskan kaumnya, mengajarkan kitab dan hikmah
(ali-imraan:164), supaya memberikan bayan (keterangn yang jelas dan tepat) (Ibrahim:4), memberikan teladan (uswah hasanah) (ahzab:21) dan mengenalkan keEsa-an Allah (La ila hailla Ana) dan menyuruh umatnya beribadah pada Allah (al-anbia:25).
Dan sungguh kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan): “beribadah kepada Allah (saja), dan menjauhi segala bentuk
penyimpangaan (Thaghut) itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang
yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang
yang Telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi
dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan
(rasul-rasul) (an-nahl:36).
(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) kami panggil tiap umat
dengan (imam) pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan Kitab
amalannya di tangan kanannya Maka mereka Ini akan membaca kitabnya itu,
dan mereka tidak dianiaya sedikitpun. Dan barangsiapa yang buta
(hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta
(pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (al-israa:71-72).
Dari umat yang yang diberi peringatan dengan keterangan yang jelas
dan tepat antara dunia dan gambaran akhiratnya, maka diantara mereka
memfitnah rasul yang diutus agar mengikuti yang lain selain petunjuk
wahyu Allah (yaitu pendapat mereka), sehingga mereka menjadikan rasul
sebagai koleganya (teman setia). Bahwa rasul supaya mau menyimpang dari
petunjuk wahyu Allah (al-israa:73-75).
Dan Sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu (rasul) dari apa
yang Telah kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara
bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentu|ah mereka mengambil
kamu jadi (kolega) sahabat yang setia. Dan kalau kami tidak memperkuat
(hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,
Kalau terjadi demikian, benar-benarlah kami akan rasakan kepadamu
(siksaan) berlipat ganda di dunia Ini dan begitu (pula siksaan) berlipat
ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun
terhadap kami (Al-israa:73-75)
Jika upaya kaumnya tidak berhasil maka akan berupaya lebih keras lagi
kepada rasul agar supaya mengusir dari negerimu. Jika sudah demikian
maka akan ada indikasi tentang kekuasaan mereka sudah tidak akan lama
lagi. Mereka akan mengalami kegagalan total. (al-israa:76-77)
Dan Sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di
negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian,
niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja.
Kami menetapkan yang demikian) sebagai SUNNAH terhadap rasul-rasul kami
yang kami utus sebelum kamu dan tidak akan kamu dapati perobahan bagi
Sunnah Kami itu (al-israa:76-77).
Sunnah-Sunnah dari Rasul-rasul ini supaya di observasi (intidzar)
atau melakukan penelitian terhadapnya supaya mukminin dan muttaqin bisa
memperoleh informasi petunjuk dan pelajaran (ali-imran:137-138)
Sesungguhnya Telah berlalu sebelum kamu SUNNAH-SUNNAH ALLAH;
Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana
akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al Quran) Ini
adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran
bagi orang-orang yang bertakwa (ali-imraan:137-138).
Sunnatullah tergantung bagaimana sikap umat yang didatangi
rasul-rasul. Sunnatullah bukan “hukum alam” tetapi berkenaan dalam
kemasyarakatan yang berlaku setelah rasul-rasul datang pada suatu kaum
dalam mengubah pandangan adat berdasarkan “hukum Allah” (ahzab:38)
Tidak ada suatu keberatanpun atas nabi tentang apa yang Telah
ditetapkan Allah baginya. (Allah Telah menetapkan yang demikian) sebagai
SUNNAH-NYA PADA NABI-NABI YANG TELAH BERLALU DAHULU. dan adalah (amar)
hokum Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku (ahzab:38)
Perhatikan ayat sebelumnya tentang sunnatullah ini yang berkaitan
dengan zaid anak angkat yang jandanya dinikahi nabi, menurut “hukum
Allah” adalah dibenarkan (ahzab:37). Maka tidak ada keberatan pada kita tentang “hukum Allah” itu.
Dan (ingatlah), ketika kamu Berkata kepada orang yang Allah Telah
melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) Telah memberi nikmat
kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”,
sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan
menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah
yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid Telah mengakhiri
keperluan terhadap Istrinya (menceraikannya), kami kawinkan kamu dengan
dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini)
isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu
Telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. dan adalah amar
(hukum) Allah itu pasti terjadi. (Al ahzab:37).
Kalau demikian maka Sunnatullah merupakan perwujudan dari berlakunya Amar (hukum) Allah dalam kerangka sunnah RasulNya (al-ahzab:60-62).
Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-
orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan
kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya kami perintahkan
kamu (untuk memerangi) mereka, Kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu
(di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, Dalam keadaan
terlaknat. di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh
dengan sehebat-hebatnya. Sebagai SUNNAH ALLAH yang berlaku atas orang-orang yang Telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada SUNNAH ALLAH (al ahzab:60-62)
Dengan adanya sunnatullah, Allah memberi kesempatan memperbaiki tingkah laku dan bertobat pada kaum yang didatangi rasul-rasul (fathir: 38-41), tetapi kebanyakan kaum kafir mereka tidak mau mengakui tetapi malah mengadakan tantangan kepada rasul-rasul dengan ucapan mereka (fathir: 42-43). Maka
Allah menyuruh mereka mengadakan penelitian dimuka bumi (intidzar)
bagaimana akibat mereka yang mendustakan rasul-rasul walaupun dipandang
memiliki kekuatan yang perkasa (fathir: 44-45)
Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di
bumi. Sesungguhnya dia Maha mengetahui segala isi hati. Dia-lah yang
menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. barangsiapa yang kafir,
Maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. dan kekafiran
orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan
pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain
hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. Katakanlah: “Terangkanlah
kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah.
perlihatkanlah kepada-Ku (bahagian) manakah dari bumi Ini yang Telah
mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit
atau Adakah kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka
mendapat keterangan-keterangan yang jelas daripadanya? Sebenarnya
orang-orang yang zalim itu sebahagian dari mereka tidak menjanjikan
kepada sebahagian yang lain, melainkan tipuan belaka”. Sesungguhnya
Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika
keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya
selain Allah. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha
Pengampun. (fathir: 38-41)
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah;
Sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan,
niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat
(yang lain). tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, Maka
kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka
dari (kebenaran),Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan Karena
rencana (mereka) yang jahat. rencana yang jahat itu tidak akan menimpa
selain orang yang merencanakannya sendiri. tiadalah yang mereka
nanti-nantikan melainkan (berlakunya) SUNNAH (ALLAH YANG TELAH BERLAKU)
KEPADA ORANG-ORANG YANG TERDAHULU. Maka sekali-kali kamu tidak akan
mendapat penggantian bagi SUNNAH ALLAH, dan sekali-kali tidak (pula)
akan menemui penyimpangan bagi SUNNAH ALLAH ITU. (fathir: 42-43).
Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat
bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan
orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? dan tiada
sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Kuasa.Dan kalau sekiranya
Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya dia tidak akan
meninggalkan di atas permukaan bumi suatu dabbah-pun akan tetapi Allah
menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; Maka
apabila datang ajal mereka, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha melihat
(keadaan) hamba-hamba-Nya. (fathir: 44-45).
Pengetahuan suatu umat bisa menjadi penghalang, sehingga tidak mau
menerima ayat-ayat Allah. Bila azab di akhirat nanti menimpa mereka,
karena disana sudah ditetapkan tidak ada tobat lagi sebagai sunatullah.
Karena itu iman diperlukan di dunia ini agar dunia masyarakat menjadi
khoirul bariyah (al mukmin:81-85)
Dan dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya);
Maka tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari? Maka
apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu
memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. adalah
orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih
banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, Maka apa yang mereka usahakan
itu tidak dapat menolong mereka. Maka tatkala datang kepada mereka
rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa
ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada
pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka
perolok-olokkan itu. Maka tatkala mereka melihat azab kami, mereka
berkata: “Kami beriman Hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada
sembahan-sembahan yang Telah kami persekutukan dengan Allah”. Maka iman
mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka Telah melihat siksa
kami. ITULAH SUNNAH ALLAH yang Telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya.
dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir (al mu’min:81-85).
Kebenaran akan pengakuan iman di hati akan mendapat ridho Allah dan ketenangan serta kemenangan atas orang-orang kafir (al-fatah:14-17).
Dan Hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. dia
memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa
yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan Berkata apabila kamu
berangkat untuk mengambil barang rampasan: “Biarkanlah kami, niscaya
kami mengikuti kamu”; mereka hendak merobah janji Allah. Katakanlah:
“Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti Kami; demikian Allah Telah
menetapkan sebelumnya”; mereka akan mengatakan: “Sebenarnya kamu dengki
kepada kami”. bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.
Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: “Kamu akan diajak
untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan
memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu
patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang
baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu Telah berpaling
sebelumnya, niscaya dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih”.
Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan
atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). dan barangsiapa
yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya
ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa
yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih (al fatah:14-17).
Begitulah Allah membuka keadaan masyarakat. Bagaimana sikap dan
tingkah lakunya terhadap petunjuk wahyu Allah dan hokum-hukum-Nya. Bila
mereka memahami dengan baik dan mentaatinya, Allah ridho terhadap
mereka. Dan mereka akan memperoleh kemenangan. (al-fatah:18-24)
Sesungguhnya Allah Telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika
mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, Maka Allah mengetahui
apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka
dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat
(waktunya). Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil.
dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah menjanjikan
kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, Maka
disegerakan-Nya harta rampasan Ini untukmu dan dia menahan tangan
manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal
itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar dia menunjuki kamu
kepada jalan yang lurus. Dan (telah menjanjikan pula
kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum
dapat menguasainya yang sungguh Allah Telah menentukan-Nya. dan adalah
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sekiranya orang-orang kafir
itu memerangi kamu Pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang
(kalah) Kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula)
penolong. Sebagai suatu SUNNATULLAH yang Telah berlaku sejak dahulu,
kamu sekali-kali tiada akan menemukan peubahan bagi SUNNATULLAH ITU. Dan
Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan
(menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah
sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha
melihat apa yang kamu kerjakan. (al-fatah:18-24)
Maka istilah Sunnatullah tidak ada dipergunakan dalam hokum alam.
Amar (hukum) Allah ysng diberlakukan di samawat dan bumi-bumi disebut
agar dipelajari manusia sebagai “ILMU”. (at-thalaq:12). Karena itu bagian dari ILMU ALLAH dari apa-apa yang diciptakannya (thaha:98).
Sekalipun sunnatullah itu terjadi dari kaum yang kafir dan zalim supaya
dipelajari dan diteliti (intidzar) untuk kemajuan masyarakat muttaqin (ali-imran:137-138).
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula
bumi. perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya
benar-benar meliputi segala sesuatu.(at-thalaq:12)
Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu” (thaha:98)
Sesungguhnya Telah berlalu sebelum kamu SUNNAH-SUNNAH ALLAH;
Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana
akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al Quran) Ini
adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran
bagi orang-orang yang bertakwa (ali-imraan:137-138)
…………………
0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Berkunjung di khazanahislamku.blogspot.com
Berikan Komentar dengan Penuh ETIKA untuk kita Diskusikan bersama